Sebanyak 10 orang pendaki Gunung Kerinci, Jambi asal Jakarta dan Bogor, Jawa Barat, yang dinyatakan hilang kontak ketika

Gunung Kerinci menyemburkan asap dan debu vulkanik, Minggu (2/6), berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Ke-10 pendaki itu, Senin (3/6) pagi, sudah berada di Kota Sungaipenuh, Kerinci, sekitar 413 dari Kota Jambi.

Kepala Seksi Wilayah I Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Kerinci, Agusman yang dihubungi dari Jambi, Senin menjelaskan, pihaknya menemukan ke-10 pendaki Gunung Kerinci tersebut, Minggu (2/6) malam, dan langsung dievakuasi ke Sungaipenuh.

 

Empat orang pendaki ditemukan di Shelter (Pos Perhentian) III, dan enam orang ditemukan di Shelter II. Ke-10 pendaki sempat kehilangan kontak dengan petugas TNKS dan pengawas Gunung Kerinci, ketika gunung yang berada pada ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut itu, menyemburkan asap tebal dan menimbulkan gempa vulkanik.

 

”Kami menghubungi para pendaki sejak terjadi semburan asap tebal Gunung Kerinci Minggu  pagi. Semua nomor telepon genggam pendaki tidak bisa dihubungi. Baru pada sore hari, mereka berhasil kita kontak. Semula mereka tidak menghentikan pendakian. Namun karena aktivitas Gunung Kerinci sudah membahayakan, kami mengerahkan petugas menjemput mereka,” katanya.

 

Sementara itu, petugas pemantau Gunung Kerinci, S Mamori  menjelaskan, pihaknya menutup pendakian ke Gunung Kerinci sejak aktivitas Gunung Kerinci meningkat Minggu  pagi. Lokasi gunung di Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci tersebut, menyemburkan asap dan debu vulkanik (lava hitam) hingga ketinggian 600 meter.

 

Guncangan gempa sempat terjadi sekitar lima menit dengan kekuatan 26 milimeter. Karena itu, pendakian ke Gunung Kerinci tidak diperbolehkan menghindari  jatuhnya korban jiwa. Disebutkan, selama ini sudah 7 pendaki Gunung Kerinci yang ditemukan tewas karena mengabaikan larangan pendakian ke gunung tersebut, empat di antaranya hilang di gunung tersebut, yakni tiga pendaki asal Indonesia, Yuda Santika, Dadang, Nanang, dan seorang pendaki asal Swiss, Mark Avolser.

 

Sedangkan tiga pendaki yang ditemukan tewas Tedyy, Wiwin dan Aloysius. Mamori menyatakan telah mengimbau warga di desa-desa yang berada di kaki Gunung Kerinci agar meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Kerinci tersebut. Namun evakuasi warga desa di kaki gunung tersebut belum sampai dilakukan karena status gunung tersebut masih dalam tingkatan waspada.  

 

Dijelaskan, Gunung Kerinci terakhir kali mengeluarkan semburan asap dan debu vulkanik yang cukup tinggi April 2009. Ketika itu ratusan  warga sembilan desa yang berada di kaki Gunung Kerinci diungsikan. Desa-desa yang berada di kaki Gunung Kerinci, Kecamatan Kayuaru, yakni Desa Kersik Tuo, Batang Sangir, Gunung Labu, Geri Mulyo, Sungai Tanduk, Patok Empat, Lindung Jaya, Koto Tengah dan Desa Bendung Air.

 


source : www.suarapembaruan.com

Link Terkait

LPSE Mukomuko

Lpse Pemerintah

BPBD Kota Bngkulu

KANTOR BPBD KOTA

BNPB

BNPB Jl. Ir.H.Juanda No. 36

BMKG

BMKG Jl. Angkasa I, No.2

BPBD Mukomuko on Twitter